Truk Pengebor Raksasa Milik BBWS Jadi Ikon Menara Masjid di Indramayu

Selasa 24-02-2026,13:42 WIB
Reporter : Anang Syahroni
Editor : Leni indarti hasyim

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Biasanya menara masjid dari material bangunan seperti bangunan seperti pada umumnya, namun pemandangan berbeda terlihat di Masjid Al-Muhtadiin, Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Satu  unit truk pengebor raksasa buatan tahun 1985, kini berdiri tegak menjadi menara masjid yang memiliki daya tarik dan terlihat artistik. Selasa (24/2/2026).

Bahkan di bagian depan truk tersebut terdapat tulisan yang menerangkan jenis truk tersebut, kurang lebih Kendaraan jenis mounted seberat 45 ton itu merupakan milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung. Dulunya merupakan armada utama dalam proyek Pendayagunaan Air Tanah (PAT).

Bermesin tipe Rig Tone Top 750 Top Drive memiliki kemampuan pengeboran hingga kedalaman 700 meter. Armada tersebut bertugas sejak tahun 1987 hingga 2003 sebelum akhirnya mengalami kerusakan dan tak lagi digunakan. Sampai bertransformasi menjadi menara sejak tahun 2023 sekaligus menjadi ikon religi yang terbilang unik di wilayah Kecamatan Jatibarang.

BACA JUGA:Empat Titik di Indramayu Terkena Dampak Angin Kencang

Wakil Ketua DKM Masjid Al-Muhtadiin, Muhammad Carilah, menjelaskan bahwa pemanfaatan kendaraan itu merupakan bentuk optimalisasi aset lama yang memiliki nilai sejarah dari BBWS. Selain menjadi monumen, keberadaannya juga memperkuat identitas masjid yang berada di lingkungan perkantoran BBWS.

“Menara masjid ini memanfaatkan mobil tua bekas pengeboran sumur dalam milik BBWS. Kendaraan yang sudah tidak terpakai dijadikan monumen sekaligus elemen seni dan keindahan masjid,” terangnya.

Carilah mengungkapkan kendaraan setinggi sekitar 12 meter tersebut bukan sekadar pajangan, melainkan benar difungsikan sebagai menara masjid.

Gagasan mengalihfungsikan truk pengebor menjadi menara masjid berasal dari Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, yang pemasangannya dilakukan bersamaan dengan renovasi besar masjid pada tahun 2023.

BACA JUGA:Ramadan, Siswa SRT 40 Indramayu Difokuskan Perdalam Ilmu Agama Lewat Smartren

“Jadi menara masjidnya benar truk pada bagian atas terdapat empat corong pengeras suara dan juga kubah, truk yang digunakan sudah tidak beroperasi sejak tahun 2000-an, jika diperbaiki biayanya besar. Oleh karena itu tahun 2023 dipasang sebagai menara masjid,” ujarnya.

Dijelaskannya, Masjid Al-Muhtadiin memiliki ikatan sejarah dengan lingkungan kerja di sekitarnya. masjid tersebut telah berdiri sejak era Proyek Irigasi IDA (Prosida) sekitar 1970-an dan awalnya hanya berupa mushola kecil sebelum diperluas secara bertahap seiring bertambahnya jamaah.

“Dulunya hanya mushola kecil, lalu diperluas secara bertahap karena jamaah terus bertambah. Meski berada di lingkungan kantor BBWS, masjid ini juga digunakan oleh masyarakat umum bukan saja dari Desa Jatibarang Baru,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung masjid, Doni (43) mengaku baru pertama kali melihat menara masjid yang memfungsikan kendaraan truk besar aset  BBWS yang tidak terpakai. Hal tersebut menurutnya sangat unik dan bisa menjadi ikon dari Masjid Al-Muhtadiin, Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang.

BACA JUGA:SunmorJib YRFI Bandung 2026 Aktivitas Perdana Kepengurusan Baru, Eratkan Silaturahmi Jelang Ramadan

“Unik, bagus dan menarik, karena saya baru melihat ada masjid bangunan untuk menaranya itu satu unit mobil truk besar lengkap dengan tiang menjulang tinggi dengan kubah berlafaz Allah, dan empat pengeras suara,” ujarnya. (oni)

Kategori :