Ramadan, Siswa SRT 40 Indramayu Difokuskan Perdalam Ilmu Agama Lewat Smartren

Selasa 24-02-2026,10:16 WIB
Reporter : Anang Syahroni
Editor : Leni indarti hasyim

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Bulan Ramadan menjadi momentum tepat bagi semua lembaga pendidikan berbagai tingkatan untuk memberikan materi lebih dalam tentang pemahaman agama bagi siswanya agar menjadi pribadi yang unggul dan berakhlak baik.

Termasuk di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 40 Indramayu, pada momen Ramadan tahun ini para siswa tidak saja belajar seperti biasanya, namun mereka juga diberikan berbagai pengetahuan terkait sejarah penyebaran agama Islam dan belajar lebih dalam untuk pemahaman agama mereka melalui kegiatan pesantren (smartren).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ohan Suharto menyatakan bahwa metode belajar pada Ramadan di SRT 40 Indramayu alami perubahan tidak difokuskan pada materi akademik saja, namun lebih dominan pada peningkatan pemahaman ilmu agama ketika mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam kelas.

“Sedangkan untuk jadwal hariannya sahur dari jam 03.00 WIB, kemudian salat subuh dilanjut kuliah subuh, bersih-bersih diri, salat duha, hafalan surat pendek bersama wali asuh dan wali asrama, dan masuk kelas ikuti KBM, dan sampai tidur sudah kita jadwalkan,” kata Ohan, Senin (23/2/2026).

BACA JUGA:SunmorJib YRFI Bandung 2026 Aktivitas Perdana Kepengurusan Baru, Eratkan Silaturahmi Jelang Ramadan

Pada materi KBM di bulan Ramadan, kata Ohan lebih berfokus pada bidang keagamaan melalui program smartren untuk memperdalam pengetahuan agama para siswa, kemudian pada jam ke 4, 5, dan 6 ada penayangan kisah-kisah nabi, dan sesi terakhir permainan agar siswa tidak jenuh.

“Kita juga ada target hafalan 20 surat pendek, di Sekolah Rakyat untuk materi belajar juga ada materi untuk pembentukan atau penguatan karakter siswa dengan kurikulum yang digunakan Multi Entri Multi Exit, di bulan Ramadan ini setiap ada diberikan jurnal harian untuk mereka isi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan,Teddy Muttaqien didampingi Humas SR 40, Gian Ajeng Kinantika, mengatakan, selain kegiatan Ramadan difokuskan pada kegiatan keagamaan melalui program pesantren atau smartren.

Sekolah juga menerapkan kedisiplinan tata tertib dan penguatan karakter siswa yang mengacu pada SOP yang telah ditentukan Kementrian Sosial terkait Sekolah Rakyat (SR) yaitu dari bangun tidur sampai tidur lagi, mulai dari hal terkecil merapikan temoat tidur masing-masing itu akan dikontrol oleh semua warga Sekolah.

BACA JUGA:Kembangkan Teknologi IoT, Rohmat Sukses Berkebun Melon di Halaman Rumah

”Kedua perilaku dan sikap ketika belajar, ketiga kegiatan siswa setelah KBM ada kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan hasil dari pengembangan minat dan bakat siswa,” ujarnya.

Sehingga berbagai program ektrakurikuler yang ada di SRT 40 Indramayu, seperti Pramuka, PMR, Paskibra, English Club, Seni Tari, Futsal, hingga Pencak Silat adalah hasil dari pengembangan minat dan bakat dari para siswa.

“Ini jadi acuan kita untuk mengembangkan minat dan bakat anak-anak Sekolah Rakyat di Indramayu, sehingga mereka punya motivasi agar ketika lulus punya kemampuan literasi, akademik dan non akademiknya  melalui program ini ektrakurikuler tadi,” kata Teddy. (oni)

Kategori :