“Masalah mental dan psikologi itu lebih saya fokuskan karena ini event yang sangat besar. Kita tahu lawan seperti Brasil menunggu, tapi saya minta pemain kuat secara mental dan bermain maksimal,” tambahnya.
Menariknya, Nova juga menegaskan bahwa ia tetap akan menggunakan formasi tiga bek, sistem yang sudah menjadi identitas permainan Timnas U-17 sejak ia menukangi tim tersebut.
“Kalau soal formasi, saya tetap dengan apa yang biasa saya lakukan. Seperti yang sudah kami siapkan sejak Piala AFF, Kualifikasi, hingga Piala Asia,” kata Nova.
Keputusan ini cukup berani, terutama karena tim senior dan U-23 Indonesia kini menggunakan sistem empat bek.
BACA JUGA:Apakah Pinjam Uang di BRI Pakai Jaminan BPKB Motor? Ini Jawaban Resminya!
Namun Nova percaya, konsistensi dan pemahaman sistem jauh lebih penting daripada ikut-ikutan gaya permainan tim lain.
Baginya, fondasi identitas harus dijaga agar pemain muda terbiasa dengan struktur permainan yang solid.
Timnas U-17 Indonesia kini sudah bertolak ke Dubai sejak pukul 17.45 WIB untuk melanjutkan pemusatan latihan.
Di sana, mereka akan menjalani serangkaian uji coba melawan Paraguay (25 Oktober), Afrika Selatan (27 Oktober), dan Panama (29 Oktober) sebelum berangkat ke Qatar.
BACA JUGA:Persib Bandung Menang Telak Atas PSBS Biak, Gol Luciano Jadi Penutup Indah Kemenangan 3-0
Uji coba ini menjadi ajang penting untuk mengukur kesiapan fisik dan taktik, sekaligus mengasah mental bertanding melawan lawan-lawan yang berbeda gaya bermain.
Nova berharap dari sana, para pemain bisa belajar banyak hal mulai dari pengambilan keputusan, komunikasi, hingga disiplin posisi di lapangan.
Piala Dunia U-17 2025 di Qatar bukan sekadar ajang kompetisi, tapi juga cermin masa depan sepak bola Indonesia.
Dengan kerja keras, mental baja, dan strategi matang, Nova Arianto bertekad membawa Garuda Muda mencetak sejarah seperti yang ia katakan di akhir sesi latihan, “Kita tidak datang ke Qatar hanya untuk berpartisipasi, tapi untuk berjuang dan menunjukkan siapa kita.”