Ia menilai, waktu latihan yang terbatas membuat koordinasi tim sulit terbentuk sempurna.
“Sayangnya beberapa pemain terakhir baru datang hari Selasa, dan jelas kondisi itu tidak baik. Tidak ideal untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan sepenting ini,” lanjutnya.
Dalam sistem permainan yang menuntut kekompakan tinggi, hal ini jelas berdampak besar terhadap performa tim di lapangan.
Meskipun begitu, Kluivert tetap menolak bersembunyi di balik alasan ia menegaskan bahwa sebagai pelatih profesional, dirinya siap menerima hasil apa pun dengan lapang dada.
“Saya bukan pelatih yang suka mencari-cari alasan. Begitulah keadaannya,” tegasnya.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa fakta di lapangan tidak bisa diabaikan.
“Jika kami bisa berlatih bersama tim lengkap selama masa kualifikasi, mungkin hasilnya bisa lebih baik,” tutupnya dengan nada realistis.
Ucapan Kluivert ini mendapat beragam respons dari publik sepak bola Indonesia.
BACA JUGA:Berapa Cicilan Pinjaman KUR BRI Plafon Rp30 Juta Perbulan? Apa Saja Syarat Pengajuannya?
Sebagian mendukung pandangan sang pelatih dan menilai Timnas memang pantas mendapat hasil lebih baik, sementara sebagian lain menganggap Kluivert harus segera menemukan solusi atas lemahnya konsistensi permainan Garuda.
Namun satu hal yang pasti semangat dan mental juang pemain Indonesia tetap tinggi.
Mereka akan kembali turun dengan tekad baru untuk laga berikutnya melawan Irak, di mana kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga asa menuju Piala Dunia.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Kluivert mempersiapkan strategi untuk memperbaiki performa tim.
BACA JUGA:Fans Desak PSSI Ganti Patrcik Kluivert, Ini Syarat Shin Tae-yong Jika Kembali ke Timnas Indonesia
Apakah ia akan melakukan rotasi pemain atau tetap mempertahankan formasi yang sama?