Hal ini karena wakil mereka gagal melanjutkan langkah jauh di kompetisi regional, sehingga poin koefisien mereka tertahan.
Sementara itu, Kamboja yang sempat memberi kejutan kini menempati posisi ke-24, sedikit di bawah Indonesia dan Tajikistan.
Persaingan ketat ini menunjukkan betapa pentingnya setiap kemenangan klub di ajang Asia bagi peringkat sebuah negara.
Kenaikan ini juga menjadi bukti bahwa kualitas kompetisi di Indonesia semakin meningkat.
Dengan dukungan suporter yang luar biasa dan pembinaan pemain muda yang mulai terarah, klub-klub Indonesia memiliki potensi besar untuk menjaga konsistensi di Asia.
Jika tren positif ini terus berlanjut, Indonesia berpeluang menembus jajaran elit Asia dalam beberapa tahun mendatang.
Kenaikan Indonesia ke posisi ke-22 ini bukan hanya sebatas angka, melainkan membawa dampak besar terhadap kesempatan klub-klub Tanah Air di masa depan.
Semakin tinggi ranking sebuah negara di AFC, semakin besar peluang mereka untuk mendapatkan slot lebih banyak di kompetisi elite Asia.
Dengan demikian, Persib dan klub-klub lain sebenarnya sedang membuka jalan bagi masa depan sepak bola Indonesia agar lebih diperhitungkan di level internasional.
Dukungan penuh dari suporter serta konsistensi performa klub menjadi kunci agar momentum positif ini terus berlanjut.