INDRAMAYU-Kontak tani nelayan andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu mendesak agar waktu tata gilir air diperbanyak pada daerah pertanian yang kekurangan air atau daerah kering. Hal itu disampaikan Wakil Ketua KTNA Indramayu H Sutatang kepada Radar Indramayu, kemarin. Menurutnya, pembagian jatah gilir air yang setiap pekan hanya 1 hari saja di setiap daerah, akan berdampak kurangnya pasokan air ke sawah, sehingga petani yang wilayah paling hilir tidak kebagian air dan terancam tidak bisa menggarap lahannya dan semai ulang. Padahal, lanjutnya, untuk persemaian membutuhkan waktu hingga 25 hari agar bisa ditanam. Pria yang akrab disapa Tatang ini mencontohkan, di Kecamatan Sliyeg dari 80 hektare sawah di dua desa yakni Desa Tugu sebanyak 50 hektare (ha) dan Desa Longok 30 ha lahan terancam kekurangan air sehingga petani tidak bisa garap lahan. ”Kondisi ini butuh tanggapan dari pengairan agar lebih memperhatikan daerah-daerah yang akses pasokan airnya jauh, tidak cukup dengan pasokan air hanya giliran se-minggu sekali,” kata Tatang. Tatang menyarankan agar pihak pengairan dapat mengalirkan pasokan air secara full dalam seminggu untuk daerah-daerah yang rawan kekeringan, dan sawah yang lokasinya jauh dari saluran tersier. Sehingga, saat pembagaian air selama satu minggu akan sangat berdampak penggarapan lahan bisa merata. “Sebisa mungkin instasi terkait terutama pengairan bisa membagi gilir air untuk daerah yang rawan kekurangan pasokan air selama satu minggu, karena jika hanya satu hari dalam seminggu ya banyak terancam gagal tanam,” ujarnya. Diungkapkan Tatang, dari pontensi kekurangan air itu, KTNA mencatat sejumlah daerah berpotensi gagal taman yakni ecamatan Losarang, Gabus Wetan sebagian Kecamayan Balongan, Kecamatan karangampel, dan Kecamatan kerangkeng. “Jika dibiarkan akan berimbas pada mundurnya musim tanam, sehingga saat musim gadu (kemarau) bisa gagal panen,” katanya. Untuk itu, lanjutnya, harus ada pemantauan pendistribusian air agar pembagian gilir air bisa merata. “Saat ini, sebagian petani yang pasokan airnya tidak mencukupi hanya dapat memgandalkan air hujan,” katanya (oni).
KTNA Desak Ubah Tata Gilir Air
Rabu 29-01-2020,08:45 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 06-08-2026,09:37 WIB
Bendungan Cipancuh Mengering, KTNA Imbau Petani di Inbar Fokus Pada Lahan yang Sudah Tanam
Kamis 06-08-2026,14:08 WIB
Gandeng BMKG, Anggota DPR RI Komisi V Daniel Mutaqien Rencanakan Modifikasi Cuaca
Kamis 06-08-2026,14:48 WIB
8.000 Hektare Sawah di Indramayu Berpotensi Terdampak Kekeringan
Terkini
Kamis 06-08-2026,14:48 WIB
8.000 Hektare Sawah di Indramayu Berpotensi Terdampak Kekeringan
Kamis 06-08-2026,14:08 WIB
Gandeng BMKG, Anggota DPR RI Komisi V Daniel Mutaqien Rencanakan Modifikasi Cuaca
Kamis 06-08-2026,09:37 WIB
Bendungan Cipancuh Mengering, KTNA Imbau Petani di Inbar Fokus Pada Lahan yang Sudah Tanam
Rabu 05-08-2026,13:51 WIB
Cegah Kebakaran di Musim Kemarau, Satbinmas Polres Indramayu Sampaikan Imbauan di TPA Pecuk
Rabu 05-08-2026,09:40 WIB