BLK Latih 1314 Orang Selama 2019

Jumat 31-01-2020,08:39 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

INDRAMAYU-Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Balai Latihan Kerja (BLK) pada Dinas Tenaga Kerja pada tahun 2019 lalu mampu mendidik dan memberikan pelatihan berbasis kompetensi kepada 1.314 orang. Dengan pelatihan yang telah diberikan tersebut mampu  menghantarkan masyarakat Indramayu untuk dapat bekerja dan melakukan usaha mandiri. Berdasarkan data dari BLK Indramayu, pada tahun 2019 lalu dari jumlah peserta sebanyak 1.314 orang yang mengikuti pelatihan berbasis kompetensi  sebanyak 470 orang atau 35,77 % telah bekerja di sejumlah perusahaan, dan sebanyak 465 orang atau 35,39 % memilih untuk usaha mandiri (wiraswasta). Sementara sebanyak 379 orang atau 28,84 % belum bekerja. Kepala UPTD BLK Kabupaten Indramayu, Asep Kurniawan menjelaskan, untuk melaksanakan kegiatan pelatihan tersebut, BLK Indramayu menjalankan berbagai program yang bersumber dari APBN (68 paket), APBD Provinsi (1 paket), dan ABBD Kabupaten Indramayu (12 paket). Untuk yang bersumber dari APBN kejuruan yang diberikan pelatihan yakni las listrik, operator menjahit pakaian dasar, otomotif sepeda motor, komputer, AC split, pekerja domestic, dan pemeliharaan berkala kendaraan ringan dengan total pesera 1.088 orang. Sedangkan yang bersumber dari APBD Provinsi hanya untuk kejuruan bahasa Jepang dengan peserta 30 orang. Sementara yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu dipergunakan untuk kejuruan las listrik, menjahit busana/garmen, cargiver, teknologi informasi dan komunikasi, otomotif, tata arias, dan forklift dengan jumlah peserta 196 orang. “Alhamdulilah, BLK Indramayu ini bisa menghantarkan warga masyarakat untuk bekerja di berbagai perusahaan dengan kompetensi keahlian yang dimilkinya maupun usaha mandiri. Dengan memiliki kompetensi keahlian kita sangat yakin ini dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Indramayu,” kata Asep. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu Hj Sri Wulaningsih mengatakan, peran dari BLK Indramayu dalam mengurangi angka pengangguran ini sangat signifikan sekali. Pasalnya, alumni BLK mayoritas telah bekerja atau usaha mandiri. Wulan menambahkan, dalam kurun waktu tiga tahun (2017-2019) angka pengangguran di Indramayu terus mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat dari data perbandingan pencari kerja (AK/1) dengan data penempatan tenaga Kerja selama 3 tahun terakhir. Penurunan ini sesuai dengan  data yang telah diterbitkan BPS tentang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), yakni tahun 2017 (8,64 %), tahun 2018 (8,36 %) dan tahun 2019 (8,28 %). “Sebagai bahan pembanding TPT Provinsi Jawa Barat 8,16 persen Insya Allah tahun depan kita akan upayakan turun lagi sampai sama atau dibawah Provinsi Jawa Barat,” tegas Wulan. (oet)

Tags :
Kategori :

Terkait