Menurutnya, bukan hanya pemain dan federasi yang harus aktif, tapi media, klub, dan suporter pun wajib memberikan dorongan serta ruang agar talenta muda bisa berkembang tanpa terkurung dalam zona nyaman di dalam negeri.
"Jangan simpan bakat muda di dalam negeri," tegasnya.
Komentar Honda ini sekaligus menjadi sinyal bagi PSSI untuk terus menyeimbangkan strategi jangka pendek dan jangka panjang: terus mencari pemain keturunan berbakat dari diaspora, namun juga membangun ekosistem yang mendukung ekspor pemain muda lokal ke Eropa dan Asia.
Jika strategi ini berjalan seimbang, bukan tidak mungkin Timnas Indonesia akan menyusul jejak negara-negara Asia kuat seperti Jepang dan Korea Selatan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
BACA JUGA:Akhirnya Terungkap! Ramai Diisukan Main di Super League, Ternyata Ini Klub Baru Justin Hubner