
BACA JUGA: Rincian Plafon Pinjaman Non KUR BRI 2025 Hingga Limit Rp250 Juta: Cicilan Mulai dari Rp100 Ribuan
Dampak bagi Sepak Bola Belanda
Maaskant juga berdampak jangka panjang dari banyaknya pemain keturunan Belanda yang memilih membela Indonesia.
Menurutnya, jika tren ini terus berlanjut, klub-klub Belanda bisa kehilangan banyak talenta potensial.
“Tidak sepenuhnya jelas, tapi itu bisa menjadi masalah serius. Jika klub-klub Belanda tiba-tiba harus kehilangan banyak pemain, itu bisa menimbulkan konsekuensi yang signifikan,” tegasnya.
Peluang Indonesia di Piala Dunia 2026
Meski demikian, Maaskant tidak sepenuhnya menutup peluang Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa jika para pemain naturalisasi tersebut memiliki kesempatan membela Belanda, mereka tidak akan memilih Indonesia.
“Masih ada peluang buat Timnas Indonesia lolos lewat jalur lain, karena mereka baru memulai. Tapi mari kita jujur, pemain-pemain ini enggak bakal memilih Indonesia kalau mereka punya kesempatan bermain untuk Belanda,” katanya.
Maaskant juga menyoroti bahwa meskipun banyak pemain Indonesia yang berasal dari Eredivisie, kualitas mereka di level internasional masih belum cukup kuat.
"Kalau kita bicara kualitas di level Piala Dunia, tanpa mengecilkan mereka, ini semua pemain bagus, pemain Eredivisie yang solid. Tapi di level internasional? Tim ini enggak bisa dibilang kuat. Timnas Indonesia tetaplah tim dengan peringkat yang masih rendah."
Dari 16 pemain naturalisasi keturunan Belanda di Timnas Indonesia, 12 di antaranya masih aktif bermain atau merupakan alumni Eredivisie.
Namun, Maaskant menegaskan bahwa perubahan dalam sepak bola tidak bisa terjadi dalam waktu singkat.
"Itu enggak bisa berubah dalam semalam. Sepak bola bergantung pada kualitas pemain. Kalau mayoritas pemainnya masih rata-rata, ya jangan berharap tiba-tiba bisa bersaing di level atas," tutupnya.