RADARINDRAMAYU.ID — Jose Mourinho, pelatih legendaris asal Portugal, dikenal dengan gaya kepelatihannya yang tegas dan karakter kuat di pinggir lapangan.
Namun, ada satu momen dalam kariernya yang membuatnya meneteskan air mata, sebuah kejadian yang membekas dalam ingatannya.
Momen tersebut terjadi pada semifinal Liga Champions 2011-2012, saat tim asuhannya, Real Madrid, harus tersingkir setelah kalah dalam drama adu penalti melawan Bayern Munich.
Mourinho mengungkapkan bahwa kekalahan tersebut adalah satu-satunya waktu dalam kariernya, di mana dia benar-benar menangis setelah hasil pertandingan yang pahit.
Dalam sebuah wawancara emosional, beberapa waktu lalu, Mourinho mengungkapkan, "Malam itu, saya menangis saat berkendara pulang ke rumah."
BACA JUGA:Butuh Dana Talangan Cepat? Platform Dompet Digital DANA Selalu Jadi Solusi
Sebuah pengakuan yang jarang datang dari seorang pelatih, yang biasanya dikenal dengan ketegasan dan kontrol dirinya.
Namun, rasa kecewa Mourinho tidak berhenti di situ. Setelah pulang ke rumah, ia menerima telepon dari agen ternama, Jorge Mendes.
Jorge menghubunginya dengan sebuah permintaan yang cukup mendalam.
"Tolong bantu saya, pergilah ke rumah Cristiano karena dia benar-benar hancur," kata Mendes.
Mourinho kemudian menjelaskan bahwa saat itu ia merasa sangat terpukul, namun tetap mencoba mengontrol dirinya untuk menghibur pemain bintangnya, Cristiano Ronaldo.
"Saya berkata kepadanya: 'Saya juga sangat terpukul. Tetapi saya melakukannya; saya mempersiapkan diri, menahan air mata, dan pergi ke rumah Cristiano. Cris juga sama seperti saya: Kami hancur," ucap Mourinho.
BACA JUGA:Resmi! Persijap Jepara Kembali ke Liga 1 Setelah 11 Tahun
Real Madrid 2011-12 adalah tim yang luar biasa. Mereka memecahkan berbagai rekor di La Liga, memenangkan gelar dengan penampilan luar biasa, dan seharusnya menjadi tim yang tak terbendung di Eropa.
Namun, harapan besar untuk menjuarai Liga Champions musim itu hancur dalam adu penalti yang tak terduga melawan Bayern Munchen.