Bersama Beerschot, Liam tampil dalam 16 pertandingan dan mencetak dua gol pada musim 2022/2023.
Meski sempat masuk ke skuad senior Beerschot, ia belum mendapat debut resmi di tim utama.
Pada Agustus tahun lalu, ia memutuskan untuk kembali ke Belanda dan bergabung dengan Excelsior U-21.
Salah satu momen menarik dalam karier Liam terjadi ketika ia menunjukkan fleksibilitasnya di lapangan.
BACA JUGA:Raih Saldo DANA Rp150.000 Hanya dengan Menjawab 3 Soal Kuis Mudah Berikut InI
Saat Excelsior U-21 menghadapi Vitesse U-21, Liam dimainkan penuh sebagai bek kiri, meskipun posisi aslinya adalah gelandang tengah.
Tidak hanya itu, dalam pertandingan melawan NEC Nijmegen U-21, ia juga sempat dimainkan sebagai bek kanan selama setengah babak.
Kemampuan bermain di berbagai posisi ini menjadi nilai tambah yang membuatnya istimewa.
Bukan hanya di klub, potensi Liam juga mulai mencuri perhatian publik.
BACA JUGA:Mengenal Ayam Bulbi, Ayam Petarung Unggulan dari Thailand
Dengan paspor Belanda dan Suriname, ia memiliki banyak opsi dalam karier internasionalnya.
Namun, darah Indonesia yang mengalir dalam dirinya menjadi alasan kuat untuk bergabung dengan Timnas Garuda.
Pelatih Patrick Kluivert mungkin akan memantau Liam sebagai salah satu pemain potensial yang bisa memperkuat lini tengah Timnas Indonesia di masa depan.
Sebagai pemain keturunan, Liam tentu memiliki beban ekspektasi yang besar.
BACA JUGA:Patrick Kluivert Terus Nikmati Kulineran Indonesia Bareng Asisten dan Erick Thohir
Namun, melihat rekam jejaknya yang konsisten dan kemampuan beradaptasinya di berbagai posisi.