INDRAMAYU- Selain pandemi virus corona yang belum selesai, di musim pancaroba ini masyarakat juga dihantui penyakit demam berdarah dengue (DBD). Untuk menekan korban akibat DBD, Pemdes Kertasemaya bersama warga membersihkan saluran pembuangan air limbah ( SPAL) di Blok Rengaspayung, Selasa (7/7). Bahkan, tim kesehatan dari Puskesmas Kertasemaya ikut terjun memberihkan SPAL dan sampah yang terdapat genangan air tempat berkembang biak nyamuk DBD. Kuwu Kertasemaya Novanita di dampingi Sekdes Kertasemaya Widy Santosa mengatakan, penyakit DBD menjadi perhatian pemerintah desa pasca ada warganya yang terjangkit DBD. Sehingga, dibutuhkan tindakan cepat untuk memutus penyebaran nyamuk pembawa penyakit DBD. “Bukan saja corona, DBD juga perlu diwaspadai oleh warga, karena bahaya jika tidak diantisipasi dengan menjaga lingkungan,” katanya. Untuk saat ini, lanjut Novi, pemdes sudah mengagendakan beberapa kegiatan untuk mengantisipasi penyakit DBD, seperti membersihkan SPAL serta melakukan penyisiran tempat yang berpotensi sebagai tempat berkembang biak nyamuk dan melakukan fogging. Selain itu, kata Novi, pemdes juga memberikan imbauan kepada warga agar selalu waspada terhadap serangan nyamuk pembawa penyakit DBD. Warga pun diminta proaktif melakukan langkah pemberantasan sarang nyamuk dengan cara menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mengubur sampah kaleng yang berpotensi menjadi penyebaran nyamuk aedes aegypti. “Terutama jaga kebersihan lingkungan terapkan 3M, menguras, menutup penampungan air, dan mengubur sampah yang berpotensi air menggenang,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Desa Kertasemaya memberikan arahan kepada warga tentang gejala utama penyakit deman berdarah seperti deman mendadak tinggi disertai sakit kepala, pegel linu, mual, nyeri sendi, bintik merah, pendarahan gusi, mimisan, sakit perut, di bawah kulit memar, dan kerusakan pembulu darah (getah bening). Sementara itu, tokoh masyarakat Blok Rengaspayung Tambrin mengatakan, DBD menjadi penyakit yang berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian jika tidak diatasi dengan cepat. Sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah desa, kata Tambrin, diharapkan dapat mencegahan penyabaran nyamuk aedis aegypti pembawa penyakit DBD. “Warga ikut menjaga kebersihan lingkungan, bersama-sama melakukan langkah pencegah penyakit DBD, jangan sampai lalai memperhatikan kebersihan lingkungan,” ujarnya. (oni)
Waspada DBD Pemdes Kertasemaya Bersihkan SPAL
Rabu 08-07-2020,10:30 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 05-04-2026,16:37 WIB
KKP dan Pemkab Tegaskan Revitalisasi Tambak Nila untuk Kesejahteraan, Bukan Memiskinkan Petani Tambak
Minggu 05-04-2026,21:07 WIB
Maknai Paskah 2026, BRI Peduli Tebarkan Kasih dan Kepedulian melalui Penyaluran 10.050 Paket Sembako
Minggu 05-04-2026,21:19 WIB
Bangkit dari Keterbatasan,Usaha Kue Tantiningsih Kini Mampu Topang Ekonomi Keluarga Berkat Sinergi Holding UMi
Terkini
Minggu 05-04-2026,21:19 WIB
Bangkit dari Keterbatasan,Usaha Kue Tantiningsih Kini Mampu Topang Ekonomi Keluarga Berkat Sinergi Holding UMi
Minggu 05-04-2026,21:07 WIB
Maknai Paskah 2026, BRI Peduli Tebarkan Kasih dan Kepedulian melalui Penyaluran 10.050 Paket Sembako
Minggu 05-04-2026,16:37 WIB
KKP dan Pemkab Tegaskan Revitalisasi Tambak Nila untuk Kesejahteraan, Bukan Memiskinkan Petani Tambak
Sabtu 04-04-2026,20:40 WIB