Di tempat inilah usaha Juwanda berkembang pesat. Setiap hari orang berdatangan untuk mengirimkan barang, atau mengambil barang kiriman. Hari demi hari terus bertambah dan bertumbuh.
Apalagi Indramayu merupakan daerah dengan jumlah TKI yang bekerja di luar negeri dan di luar daerah cukup tinggi. Mereka sangat membutuhkan jasa pengiriman barang yang cepat dan mudah. JNE menjadi pilihan mereka.
Puluhan anak-anak muda setempat pun direkrut untuk ikut membantu pekerjaannya. Ada yang bekerja di kantor. Sebagian besar bekerja sebagai kurir (pengantar kiriman). Meski bayaran mereka belum maksimal karena kemampuan perusahaan memang masih terbatas. Tapi mereka rela bergabung di JNE.
“Sebuah kebanggaan tersendiri buat saya, bisa menciptakan lapangan kerja bagi anak-anak sekitar, melalui JNE,” ungkap Juwanda.
Kemajuan pesat JNE yang dipimpin Juwanda sepertinya mendapat perhatian dari pihak JNE pusat di Jakarta. Hingga akhirnya lahir Kantor JNE Cabang Indramayu, di Jalan DI Panjaitan Indramayu, dengan manajeman langsung dari Jakarta.
Sebagai perintis JNE di Indramayu, Juwanda mengaku bangga dengan perkembangan pesat JNE. Di tengah persaingan jasa pengiriman yang semakin banyak.
Apalagi di era penjualan online seperti sekarang ini. Ia pun mengaku sangat bersyukur, berkat JNE sudah mampu menghidupi istri dan ketiga anaknya. Menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Anak pertama bahkan sudah bekerja, dan anak kedua masih kuliah di Fakultas Kedokteran.
“Saya sangat bersyukur bisa meraih kebahagiaan bersama JNE,” tutur Juwanda, saat ditemui di agen JNE Sindang.
Di usia JNE yang sudah memasuki 30 tahun saat ini, Juwanda berharap JNE mampu terus berkembang. Meski jasa pengiriman barang sejenis banyak bermunculan. Ia mengaku bangga bisa ikut membesarkan JNE, dan berharap JNE semakin besar. (*)