Kemarau, Ketersediaan Rumput Cukup Melimpah di Wilayah Inbar

Selasa 27-09-2022,13:00 WIB
Reporter : Kholil Ibrahim
Editor : Leni indarti hasyim

Radarindramayu.id, SUKRA-Musim kemarau acap kali menjadi kendala bagi peternak kambing maupun sapi untuk mendapat rumput hijau sebagai pakan alami. Tapi tidak bagi peternak di wilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar).

Mereka tidak mengeluh kehabisan stok rumput hijau. Malah ketersediannya cukup melimpah sehingga mudah didapatkan.

“Alhamdulillah, musim kemarau tahun ini ketersediaan rumput masih melimpah. Nyarinya gak sampai keluar daerah,” kata Wito, peternak kambing asal Kecamatan Sukra, Senin (26/9).

Rumput hijau saat ini mudah didapatkan disembarang tempat. Mulai dari pinggiran sungai, lahan kosong hingga areal persawahan yang sudah dipanen. “Hanya memang kurang segar. Rada kering, tapi kambing masih doyan,” ujarnya.

BACA JUGA:Perubahan APBD 2022 Disetujui, Sejumlah Usulan Dicoret. Simak!

Bahkan, katanya, lebih mudah dan aman mendapatkan rumput hijau di saat musim kemarau dibanding musim penghujan.

Pasalnya, saat hujan turun resiko yang dihadapi pencari rumput maupun penggembala kambing sangat berat.

Selain cuaca buruk juga ancaman tersambar petir. “Saat kondisi hujan, yang paling ditakuti kami adalah petir,” katanya.

Hal itu dibenarkan Aying, peternak kambing asal Kecamatan Anjatan. Karena itu, dia beserta para pencari rumput lainnya selalu saling mengingatkan agar tidak meremehkan bahaya petir saat cuaca sedang buruk.

BACA JUGA:Lagi, Polisi Tangkap Pengedar Obat di Palimanan Timur

Menurut pengalamannya, ada beberapa cara agar terhindar dari sambaran petir saat menggembala kambing. Diantaranya tidak membawa handphone dan radio.

Kedua barang elektronik ini biasa dibawa para pencari rumput maupun tukang angon untuk hiburan sambil mengawasi kambing.

Kemudian menghindari berada di padang rumput yang luas atau berlindung di bawah pohon yang tinggi. Karena saat petir menyambar pohon, aliran listrik akan merambat ke tanah dan berbahaya bagi yang berlindung dibawahnya.

“Saya biasanya memilih berteduh di rumah-rumah warga terdekat, ijin masuk kedalam jangan diluar,” tandasnya.

BACA JUGA:Gara-gara Lupa Rebus Jamu, Rumah Warga Gebang Kulon Terbakar

Kategori :