INDRAMAYU-Tak semua bisnis tiarap di tengah badai pandemi Covid-19. Ada juga jenis bisnis justru tetap bertahan. Bahkan menjelang musim penghujan ini, justru lebih bergairah. Salah satunya bisnis jual beli bibit tanaman.
Nanang, salah seorang pelaku bisnis bibit tanaman menuturkan hal tersebut. “Alhamduillah sejak awal mula pandemi stabil. Sekarang malah bergairah,” katanya kepada Radar, kemarin.
Mendekati musim hujan, minat berkebun masyarakat meningkat. Dampaknya, dia memperkirakan peningkatan penjualan bakal dua kali lipat dibanding di awal-awal masa pandemi Covid-19. Meski harga sejumlah jenis tanaman mengalami kenaikan hingga 50 persen. Terutama tanaman hias.
“Trendnya selalu begitu. Setiap menjelang musim penghujan, penjualan bibit naik drastis. Terlebih sekarang masih pandemi Covid-19, bakalan tinggi minat masyarakat untuk bercocok tanam. Otomatis, harganya pada naik,” ujarnya.
Tak hanya tanaman hias dan bibit pohon buah. Permintaan benih sayuran seperti bayam, kangkung, cabe dan tomat juga meningkat. “Sekarang tanaman hias masih jadi primadona. Harganya masih bertahan tinggi,” sambungnya.
Yati, salah seorang konsumen membenarkan. Harga beberapa jenis khususnya tanaman hias, masih cukup mahal. Aglaonema misalnya, tanaman yang sebelum pandemi berharga murah, kini msih mencapai ratusan ribu rupiah. Padahal sebelumnya hanya puluhan ribu perak.
“Selalu muncul Aglaonema jenis baru. Yang daunnya lebih eksotis, harganya mahal,” ucapnya.
Namun, ia mengaku rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli berbagai jenis tanaman hiasa untuk ditanam di pekarangan rumahnya. Sebabnya, saat musim hujan aktivitas berkebun semakin asyik. (kho)