SMKN 1 Bongas Jadi TUK Seleksi PPPK

Selasa 14-09-2021,09:59 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

INDRAMAYU-Seleksi pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk jabatan fungsional guru pada pemerintah daerah tahun 2021 digelar serentak mulai Senin (13/9).

SMK Negeri 1 Bongas, terpilih menjadi salah satu Tempat Uji Kompetensi (TUK) PPPK oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Sekolah kejuruan favorit di wilayah Kabupaten Indramayu bagian barat ini dipilih karena dinilai memiliki fasilitas yang memadai.

Dari segi sarana berupa komputer dan jaringan internetnya sudah tersedia. Selain juga ketersediaan SDM seperti tim teknis dan proktor yang akan menghandel pelaksanaan test kompetensi.

Di samping lingkungan sekolah terpiih juga harus luas, untuk memudahkan pengaturan prokes Covid-19.

Kepala SMKN 1 Bongas, H Damudin MPd MT mengaku bangga satuan pendidikan yang dipimpinnya diberi kepercayaan menjadi TUK PPPK Guru tahun 2021. S

ebab dari sekian banyak SLTA sederajat, hanya 1 SMAN dan 5 SMKN salah satunya SMKN 1 Bongas yang terpilih.

Digelar dalam situasi pandemi Covid-19, persiapan yang dilakukanpun jauh sebelum pelaksanaan seleksi di mulai.

“Ini satu kehormatan dan sebuah kepercayaan yang kami laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Agar pelaksanaan seleksi PPPK berjalan lancar dan sukses,” katanya.

Diungkapkan Damudin, pihaknya semula sempat waswas pelaksanaan seleksi PPPK di SMKN 1 Bongas terancam gagal. Pasalnya, 11 hari menuju hari H tepatnya pada Kamis (2/9) lalu, SMKN 1 Bongas dibobol maling. Sebanyak 25 unit laptop serta 9 komputer yang berada di ruang laboratorium TKJ raib. Kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.

Peristiwa itu lantas dilaporkan kepihak kepolisian setempat. Hingga kini belum diketahui siapa pelakunya.

“Dari kejadian itu kami sempat down. Untungnya bisa segera teratasi. Kami masih punya cadangan komputer yang dulu untuk kegiatan UNBK. Kita manfaatkan itu, alhamdulillah beres,” ucapnya bersyukur sembari mewanti-wanti semua sekolah untuk meningkatkan keamanan terutama pada malam hari.

Damudin menambahkan, ketersedian fasilitas yang refresentatif serta SDM pengajar berkualitas sangat penting bagi SMK khususnya yang berada diwilayah jauh dari perkotaan.

Selain untuk menunjang kegiatan pembelajaran, meningkatkan kompetensi juga menarik minat calon siswa baru.

Hal itu dirasakan oleh SMKN 1 Bongas. Meski ditengah pandemi Covid-19, pada tahun ajaran 2021/2022 ini, jumlah murid baru kelas X sebanyak 1.185 peserta didik. Naik drastis dari tahun ajaran sebelumnya yakni sebanyak 985 siswa. (kho)

Tags :
Kategori :

Terkait