Warga Krimun Trauma Banjir

Selasa 05-10-2021,09:45 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

INDRAMAYU-Tanggul Kali Tuan di Desa Krimun, Kecamatan Losarang dilaporkan ambles. Sepanjang sekitar 40 meter. Lokasinya di Blok Majakerta, satu kilometer sebelah selatan dari permukiman penduduk. Kondisi ini membuat warga disana berada dalam ancaman banjir besar seperti kejadian awal tahun lalu. Apalagi, lokasinya berdekatan dengan tanggul yang sebelumnya pernah jebol yakni di Blok Depok.

Wira, salah seorang warga mengungkapkan, amblesnya tanggul di Blok Majakerta itu hampir bersamaan dengan jebolnya tanggul di Blok Depok. Namun, perbaikan hanya dilakukan pada tanggul di Blok Depok saja sepanjang 20 meter.

Sementara tanggul yang ambles di Blok Majakerta yang merupakan kesatuan dari Sungai Cipanas serta menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) dibiarkan tanpa penananganan.

“Tanggul di Blok Depon sudah diperbaiki, sudah aman. Nah tanggul di Blok Majakerta itu sampai sekarang belum ada penanganan,” katanya kepada Radar, Senin (4/10).

Dia menduga, amblesnya tanggul lantaran kondisi tanahnya yang labil. Ditambah lagi, saat dilaksanakannya pekerjaan perbaikan tanggul di Blok Depok, menjadi jalur perlintasan alat berat seperti beko dan mobil dump truk pengangkut material.

Dari pantauannya, permukaan tanggul di Blok Majakerta tersebut terjadi penurunan hingga 4-5 meter dari kondisi normal yakni 6 meter.

Bahkan, dari sepanjang 40 meter tanggul yang ambles itu dibeberapa titik ketinggiannya hanya tersisa satu meter dari dasar Kali Tuan.

“Bisa dibayangkan apa jadinya kalau debit Kali Tuan meluap. Air bisa meluber lewati tanggul dan berakibat banjir,” terangnya.

Tidak hanya Desa Krimun, sebutnya, dua desa lainnya yang berada di sebelah timur tanggul yaitu Desa Jangga dan Puntang bakalan terdampak.

Wira mengaku, amblesnya tanggul Kali Tuan di Blok Majakerta sudah disampaikan kepada para pihak terkait. Harapannya segera diperbaiki. Apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan. “Mudah-mudahan ada perhatian dari pihak berwenang. Jangan sampai telat penanganan, musibah banjir kembali berulang,” tandasnya. (kho)

Tags :
Kategori :

Terkait