INDRAMAYU- Tibanya musim penghujan sejak sebulan lalu disambut baik kalangan petani untuk kembali bersiap-siap melaksanakan musim tanam. Namun Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu memberikan warning kepada petani agar lebih waspada terhadap potensi banjir, akibat dangkalnya saluran sekunder. Hal itu bisa mengakibatkan tanaman padi terendam banjir dan rusak, sehingga berpotensi gagal tanam.
Wakil Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, H Sutatang mengungkapkan, ada bebarapa wilayah pertanian di Kabupaten Indramayu yang rawan kebanjiran di saat musim penghujan. Terutama di spot-spot yang dekat dengan saluran pembuangan (sungai) atau saluran sekunder yang besar.
\"Berdasarkan pengamatan saya dari rekan-rekan KTNA tingkat kecamatan yang rawan kebanjiran itu di Kecamatan Kandanghaur, Kecamatan Losarang. Sementara yang spot seperti di Kecamatan Balongan dan Indramayu,\" terangnya.
Ia meminta dilakukan langkah cepat dari pihak-pihak terkait untuk segera melakukan normalisasi pada saluran-saluran pembuang di wilayah langgan banjir. Hal itu untuk memperkecil dan mengatisipasi risiko lahan-lahan pertanian warga kebanjiran setelah di tanam.
Selain itu, Tatang memberikan arahan kepada para ketua KTNA di tingkat kecamatan untuk selalu berkoordinasi dengan semua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di setiap desa bersama para kelompok tani agar melaksanakan percepatan tanam, sebelum curah hujan semakin tinggi untuk ini mengatasi dampak terparah apabila lahan kebanjiran.
\"Petani segera melaksanakan percepatan tanam, jangan menunggu-nunggu. Saat ini ketersediaam air memadai, ditambah curah hujan juga cukup. Sehingga ketika curah hujan tinggi kondisi tanaman padi sudah besar dan kuat. Di saat terendam air hujan setiap hari tanaman bisa bertahan,” ujarnya.
Tatang pun mengimbau kepada petani untuk selalu waspada terhadap serangan hama dan penyakit tanaman padi di saat musim penghujan. \"Petani harus selalu berkoordonasi dengan petugas penyuluh pertanian atau POPT yang bertugas di kecamatan tentang bagaimana cara atasi serangan hama, dan penyakit pada tanaman padi,\" katanya.
Sementara itu, petani di berbagai kecamatan di Kabupaten Indramayu melaksanakan berbagai persiapan untuk memulai tanam padi musim rending. Mulai dari kegiatan pengendalian hama tikus, sampai membajak sawah, bahkan sudah ada yang mulai tanam.
POPT Kecamatan Terisi, Tawin mengatakan untuk persiapan pengolahan lahan pihaknya bersama kelompok tani di setiap desa melaksanakan gerakan pengendalian (gerdal) hama pembasmian hama tikus. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pengendalian serangan hama tikus berlebihan yang dapat berakibat kegagalan tanam sampai gagal panen.
\"Kita bersama para penyuluh pertanian sedang safari gerdal hama tikus, jangan sampai perkembangbiakan tikus tidak terkendali bisa mengancam tanaman padi petani,\" ujarnya. (oni)