DLH Indramayu Imbau Warga Pantau Kualitas Udara Secara Mandiri Lewat ISPUNet

DLH Indramayu Imbau Warga Pantau Kualitas Udara Secara Mandiri Lewat ISPUNet

KUALITAS UDARA: Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu yang terlihat bersih. Namun, untuk mengetahui pengukuran udara ambient, bisa lewat aplikasi ISPUNet.-Anang Syahroni-radarindramayu

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu mengimbau masyarakat untuk turut memantau kondisi kualitas udara secara mandiri melalui aplikasi ISPUNet yang dapat diunduh di Google PlayStore.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan transparansi informasi mengenai paparan partikel debu halus (Particulate Matter atau PM2,5) yang berpotensi memengaruhi kesehatan.

Kepala Bidang Pencemaran DLH Indramayu, D Subyar M menjelaskan, pengukuran udara ambien (udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfer yang berada di lingkungan sekitar dan dihirup oleh makhluk hidup), untuk wilayah Indramayu dilakukan dengan memanfaatkan alat Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien.

Alat sensor yang ditempatkan di kawasan pusat kota, seperti wilayah Margadadi, Indramayu, tersebut terhubung secara otomatis ke server kementerian, dan memperbarui data (update) setiap satu jam sekali.

BACA JUGA:KONI Kabupaten Indramayu Pastikan Semua Atlet Mengikuti Porprov Jabar

“Masyarakat tidak perlu selalu menunggu informasi resmi dari kami. Lewat ISPUNet, pergerakan angka indeks kualitas udara (ISPU) bisa dicek setiap jam, mulai dari kategori hijau (baik), biru (sedang), kuning (tidak sehat), merah (sangat tidak sehat), dan hitam (berbahaya),” ujarnya, Rabu (9/9).

Subyar menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan harian, kualitas udara di Indramayu umumnya berada pada kategori sedang (biru) hingga baik (hijau). Angka pengukuran PM2,5 juga masih berada pada tingkat yang relatif aman untuk aktivitas luar ruangan.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait dampak sebaran abu vulkanik, DLH memastikan bahwa berdasarkan alat pemantau kualitas udara yang tersedia, kondisi udara di Indramayu sejauh ini masih tergolong aman.

Pemantauan terhadap dampak lingkungan juga tetap dilakukan melalui skema lintas sektor dengan melibatkan dinas kesehatan, BPBD, serta mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA:Pemda dan DPRD Indramayu Akan Bahas Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026

“Kalau untuk pemakaian masker, tentu itu masing-masing. Itu bentuk kewaspadaan mandiri,” jelas Subyar.
Subyar mengungkapkan, aplikasi terkadang mengalami penundaan dalam memperbarui data. Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh kendala teknis atau kebutuhan perawatan rutin pada sensor pemantau.

Apabila alat mendeteksi adanya penurunan kinerja sensor, sistem pusat di Jakarta akan mengirimkan pemberitahuan (notice).

Operator di daerah kemudian akan langsung melakukan pembersihan dan maintenance agar proses pemantauan dapat kembali berjalan normal.

“Jadi, masyarakat Indramayu, khususnya wilayah kota, bisa memantau secara mandiri kualitas udara di sekitar, bijak menyikapi data, serta rutin memperbarui informasi dari sumber resmi seperti BMKG, BPBD, dan Kementerian Lingkungan Hidup, karena radius alat pemantauan terbatas,” ujarnya. (oni)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: