Indonesia Harus Belajar ke Saudi, Dana Retribusi Dikelola Transparan

Indonesia Harus Belajar ke Saudi,  Dana Retribusi Dikelola Transparan

Jamah umrah asal Kabupaten Kuningan yang dipimpin H Tatang akan mengambil miqat di Masjid Bir Ali yang fasilitasnya mulai dibangun.-Adun Sastra-Radar Indramayu

MADINAH, RADARINDRAMAYU.ID  – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terus melakukan transformasi ekonomi melalui program Saudi Vision 2030. Salah satu sasaran utama program tersebut adalah mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan minyak sekaligus mengembangkan berbagai sektor ekonomi baru, mulai dari industri, pariwisata, logistik hingga ekonomi kreatif.

Perubahan itu mulai terlihat di berbagai sudut Kota Madinah. Selain dikenal sebagai salah satu kota suci umat Islam dan tujuan utama jamaah haji dan umrah, Madinah kini juga berkembang menjadi kawasan dengan aktivitas ekonomi yang semakin beragam.

Saya bersama jamaah umrah asal Indonesia sudah lima hari berada di Kota Madinah dalam rangkaian perjalanan ibadah umrah selama 12 hari. Selama berada di kota ini, saya melihat perubahan yang cukup mencolok dibandingkan kunjungan  saya sebelumnya.

Sejumlah kawasan mulai dibangun dan ditata. Pengembangan kawasan industri juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah Saudi menciptakan pusat-pusat ekonomi baru dan membuka lapangan kerja.

BACA JUGA:Ustaz Fauzan Berikan Arahan kepada Jamaah Umrah Sebelum Berangkat ke Makkah

Transformasi tersebut tidak hanya terlihat pada sektor industri. Kawasan yang selama ini menjadi tujuan jamaah untuk berziarah juga mendapatkan perhatian dalam hal penataan fasilitas dan pelayanan.

Salah satunya adalah kawasan Masjid Bir Ali yang menjadi salah satu tempat miqat bagi jamaah yang akan melaksanakan umrah. Kawasan yang sebelumnya terlihat sederhana kini tampak lebih tertata. 

Jalan masuk dan lingkungan sekitar masjid ditata dengan lebih baik. Sejumlah tanaman juga ditanam di sepanjang kawasan sehingga memberikan kesan lebih hijau dan nyaman.

Fasilitas pendukung bagi jamaah pun terlihat semakin diperhatikan. Area parkir bus dibuat lebih teratur dan pengelolaannya semakin sistematis.

BACA JUGA:Perkuat Soliditas, Polres Indramayu Gelar Apel Kebangsaan Jelang HUT RI

Dengan fasilitas yang menunjang bagi para pengunjung, baru pemerintah Arab Saudi menetapkan retribusi. Hal itu sangat wajar karena untuk pemasukan ke negara. 

 “Semua tempat parkir di Kota Madinah mulai kena retribusi. Padahal sebelumnya tidak ada retribusi,” ujar Ajis.

Menurut dia, penerapan tarif parkir tersebut juga diberlakukan di sejumlah kawasan yang menjadi tujuan jamaah.  Diantaranya di  Jabal Uhud.  Perubahan juga terlihat di kawasan Jabal Uhud. Lokasi yang memiliki nilai sejarah penting bagi umat Islam itu kini semakin banyak dilengkapi fasilitas penunjang.

Dua tahun lalu, tepatnya pada 2024, saya pernah mengunjungi kawasan Jabal Uhud untuk melihat lokasi makam para syuhada yang gugur dalam Perang Uhud. Saat itu, kawasan tersebut masih terlihat lebih sederhana dan didominasi hamparan tanah serta padang pasir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait