Nelayan Cangkring Sambut Baik Program Budidaya Kepiting Soka Sistem Sel Boks Horizontal

Nelayan Cangkring Sambut Baik Program Budidaya Kepiting Soka Sistem Sel Boks Horizontal

PAPARKAN: Salah satu pemateri dari Dosen IPB University menjelaskan sistem budidaya kepiting soka sistem sel boks horizontal kepada para nelayan di Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Minggu (10/8/2026).-Anang Syahroni-radarindramayu

​INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.IDNelayan Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu menyambut baik  program budidaya kepiting soka dalam upaya meningkatkan perekonomian dan kemajuan desa. Kehadiran program ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Indramayu, Pemerintah Desa Cangkring, dan tokoh Nelayan setempat.

Pelatihan budidaya kepiting soka sistem sel boks horizontal sendiri merupakan program pengabdian masyarakat dosen pulang kampung 2026 IPB University, kepada kelompok Nelayan yang ada di Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, pada Minggu (9/8/2026).

​Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu, Izudin menyampaikan, bahwa aktivitas budidaya kepiting soka di Desa Cangkring bukanlah hal yang baru, melainkan sektor usaha yang telah berjalan selama beberapa tahun.

​“Usaha budidaya kepiting soka di Desa Cangkring ini sudah berjalan beberapa tahun. Dari pihak Dinas Perikanan, kami selalu konsisten memberikan pendampingan teknis serta pembinaan kelembagaan bagi kelompok pembudidaya di sini,” ujarnya.

BACA JUGA:Jelang HUT RI ke-81, Pedagang Bendera di Indramayu Mulai Ramai Diserbu Pembeli

​Melihat keberhasilan dan potensi besar yang ada di Desa Cangkring, Izudin berharap model usaha budidaya ini dapat direplikasi dan dikembangkan ke berbagai desa serta kawasan potensial lainnya di wilayah Kabupaten Indramayu.

​Untuk mewujudkan target ekspansi dan penetrasi pasar ekspor tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu terus memperkuat sinergi lintas sektor. Lintas lintas pemerintahan dinilai menjadi kunci utama percepatan pengembangan sektor perikanan ini.

​“Kami terus mengkolaborasikan berbagai dukungan, baik dari tingkat kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat yang memiliki kepentingan dan visi sama untuk mengembangkan usaha budidaya kepiting soka ini secara berkelanjutan,” jelas Izudin.

Pemerintah Kabupaten Indramayu, melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu berkomitmen penuh untuk terus mendorong dan memperluas potensi budidaya kepiting soka. Langkah ini dilakukan guna memenuhi tingginya permintaan pasar, baik untuk kebutuhan lokal maupun komoditas ekspor.

BACA JUGA:Pemkab Indramayu dan UBHI Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Kesehatan, dan Inovasi

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan sekaligus Ketua RT 08 Desa Cangkring, Darmini, menyampaikan apresiasinya kepada IPB University yang menyelenggarakan pelatihan budidaya  kepiting soka di wilayah mereka, melalui program dosen pulang kampung 2026. Ia menilai program ini sebagai peluang baru yang berpotensi besar membawa perubahan positif bagi kesejahteraan warga.

​“Terima kasih banyak kepada IPB University, yang memberikan pelatihan budidaya kepiting soka sistem sel boks horizontal, ini merupakan suatu kebanggaan bagi desa kami. Mudah-mudahan programnya berjalan dengan lancar dan kami bisa menjalankannya dengan benar,” ujarnya.

​Meskipun terbilang baru bagi sebagian besar warga, keikutsertaan tokoh lokal  yang telah memulai proyek percontohan budidaya kepiting soka menjadi daya tarik tersendiri. Melihat hasil konkret di lapangan membuat warga semakin yakin dan tertarik untuk terlibat aktif dalam program tersebut.

​Mereka berharap keberhasilan program kepiting soka ini, bisa berjalan baik seperti rekam jejak sukses budidaya rumput laut yang pernah dijalankan di desa mereka beberapa waktu lalu. Menurutnya, pada awalnya warga juga sempat ragu untuk beralih ke budidaya rumput laut, namun setelah ditekuni, program tersebut terbukti sukses berkelanjutan dan menjadi penopang ekonomi warga hingga saat ini.

BACA JUGA:Manfaatkan Aula Desa, Kopdes Kongsijaya Beromset Rp 3 Juta Per minggu

​“Harapan saya, program kepiting soka ini bisa sama suksesnya seperti budidaya rumput laut dulu. Meski awalnya ragu, tapi setelah dijalankan ternyata berhasil sampai sekarang, semoga dengan adanya program budidaya ini, Desa Cangkring bisa semakin maju,” kata Darmini. (oni)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: