Bupati Lucky Hakim Tinjau SDN II Tugu yang Ambruk

Bupati Lucky Hakim Tinjau SDN II Tugu yang Ambruk

TINJAU: Bupati Indramayu Lucky Hakim saat meninjau SDN 2 Tugu yang ambruk pada Kamis 23 Juli 2026, Jumat (24/7/2026).-Anang Syahroni-radarindramayu

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Bupati INDRAMAYU, Lucky Hakim, memohon bantuan secara langsung kepada Menteri Pendidikan terkait perbaikan dan revitalisasi bangunan sekolah dasar di Kabupaten INDRAMAYU yang kondisinya memprihatinkan hingga ambruk.

​Permohonan tersebut disampaikan Bupati  INDRAMAYU saat meninjau ruang kelas yang ambruk di SDN 2 Tugu, Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten INDRAMAYU, Jumat (24/7/2026).

Bupati Lucky Hakim mengakui pihaknya sudah menganggarkan untuk perbaikan sekolah di Kabupaten INDRAMAYU, namun anggaran yang tersedia tidak cukup untuk melakukan perbaikan sekolah-sekolah yang alami kerusakan yang jumlahnya tidak sebanding dengan anggaran yang disediakan.

“Memang ada SD yang kita bangun cuma karena dana yang terbatas sedangkan jumlah SD yang butuh perbaikan banyak, kita juga berimakasih kepada Pemerintah pusat yang telah berkomitmen yang memberikan bantuan inventarisasi bantuan  sekitar 200 lebih sekolah, dan beberapanya sudah berjalan semoga bisa segera di terealisasi karena dikhawatirkan ada sekolah lagi yang ambruk,” ujarnya.

BACA JUGA:Hilang Dua Hari, Jasad MR Ditemukan Mengambang di Sungai Cipelang Widasari

​Bupati menegaskan, keterbatasan anggaran daerah (APBD) membuat Pemkab Indramayu membutuhkan intervensi dan bantuan dana dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan untuk revitalisasi bangunan sekolah.

​"Seandainya kami di Indramayu punya uang pasti kami akan revitalisasi, ya akan kami renovasi. Tapi karena kami tidak ada anggarannya, maka kami mohon kepada Pak Menteri untuk berkenan supaya bisa mendapatkan bantuan untuk revitalisasi untuk SD di Indramayu," tegas Lucky.

Sementara itu, Plt Kepala UPTD SDN 2 Tugu, Surya menceritakan bahwa peristiwa robohnya ruangan tersebut terjadi secara mendadak saat aktivitas persekolahan sudah selesai pada Kamis (23/7/2026) sore.

​"Kejadian itu sore ya, sekitar pukul 16.20. Secara kebetulan anak-anak sudah pada bubar dan guru-guru barusan selesai absen. Tiba-tiba roboh, tidak ada angin, tidak ada hujan, semua dalam keadaan normal," kata Surya.

BACA JUGA:Tim URC Reskrim Polres Indramayu Siap Berantas Kejahatan Jalanan

​Surya mengaku bersyukur lantaran sesaat sebelum kejadian dirinya memiliki firasat buruk mengenai kondisi bangunan yang makin mengkhawatirkan, sehingga langsung memerintahkan guru untuk segera mengosongkan area tersebut.

​"Alhamdulillah sebelum kejadian saya punya feeling,  ini kayaknya mau roboh. Jadi saya perintahkan teman-teman untuk pindah, dan tepat jam 4 lewat 10 menit kejadian," jelas Surya yang baru menjabat tiga bulan sebagai Plt di sekolah tersebut.

​Mengenai penanganan pasca-kejadian, Surya menyampaikan bahwa pihak dinas terkait telah memberikan respons cepat. Pihaknya kini tengah memperjuangkan agar perbaikan sekolah dapat dimasukkan ke dalam skema prioritas utama.

​"Informasi awal secara tentatif ini masuk ke dalam rehab tahap kedua, tapi tadi malam saya sudah konfirmasi lagi, pengennya masuk ke tahap satu biar cepat. Karena kasihan anak-anak, untuk kegiatan belajar mengajar tentu sangat terganggu," tambahnya.

BACA JUGA:PT TWK Mulai Garap Akses Jalan dan Lokasi Eksplorasi Sumur Migas NEAC di Desa Lombang, Target Rampung 2 Bulan

​Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan yang ambruk merupakan ruang guru yang berderet langsung dengan ruang kelas 5 dan 6. Bangunan mengalami ambruk total mulai dari rangka atap kayu yang lapuk hingga separuh dinding temboknya hancur.

​Akibat insiden ini, ruang kelas lima dan kelas enam terpaksa dikosongkan karena berada dalam satu deret konstruksi atap yang sama. menyikapi keterbatasan ruang kelas pasca-kejadian, pihak sekolah terpaksa melakukan penggabungan kelas. Kelas dua digabung dengan kelas tiga, sedangkan kelas empat digabung dengan kelas lima. Sementara itu, siswa kelas 6 harus mengungsi dan menumpang belajar di bangunan TK yang berada di area belakang sekolah.

​“Untuk ruang guru sementara dipindahkan ke ruang perpustakaan. Meskipun dengan segala keterbatasan, kami upayakan aktivitas KBM anak-anak tetap berjalan,” jelas Surya.  (oni)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait