Sensus Ekonomi 2026 di Indramayu Berjalan Lancar, Warga Kerap Tanyakan Bantuan
SENSUS: Petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kecamatan Widasari menempelkan setiker pada rumah responden yang telah selesai didata, kemarin.-Anang Syahroni-radarindramayu
INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini tengah melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Di Kabupaten INDRAMAYU, BPS menerjunkan sebanyak 1.592 petugas sensus yang bertugas melakukan verifikasi data secara door to door dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga hingga Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga kerap menerima berbagai pertanyaan dari masyarakat. Salah satu yang paling sering disampaikan warga adalah apakah pendataan tersebut berkaitan dengan penyaluran bantuan dari pemerintah.
Hal itu dialami salah seorang petugas sensus ekonomi di Kecamatan Widasari, Ahmad Khoeri. Kepada Radar Indramayu, ia mengaku, selama dua pekan menjalankan tugas, belum menemui kendala berarti, termasuk tidak adanya penolakan dari masyarakat.
"Kendala pasti ada, tetapi kalau penolakan dari warga sampai saat ini, alhamdulillah tidak ada. Teman-teman petugas juga saat berkumpul, tidak ada yang bercerita mengalami penolakan. Paling sering warga bertanya, setelah didata nanti akan mendapat bantuan apa," ujar Khoeri.
BACA JUGA:Lucky Hakim Kucurkan Hibah Rp13 Miliar untuk Ribuan Guru Madrasah Diniyah di Indramayu
Menurutnya, saat proses wawancara berlangsung, tidak sedikit responden yang mulai merasa jenuh karena banyaknya pertanyaan yang harus dijawab. Untuk mengatasi hal tersebut, petugas biasanya menyelingi wawancara dengan obrolan ringan agar suasana lebih santai sehingga proses pendataan dapat berjalan lancar.
Selama menjalankan tugas di lapangan, Khoeri juga menemukan berbagai fenomena sosial di masyarakat. Misalnya, dalam satu rumah dihuni oleh tiga kepala keluarga, ada anak yang sudah berkeluarga tetapi masih bergantung secara ekonomi kepada orang tuanya, maupun sebaliknya orang tua yang kebutuhan hidupnya ditanggung oleh anak.
"Saat mengambil foto rumah atau menanyakan kondisi ekonomi keluarga, biasanya responden langsung bertanya apakah nanti akan mendapat bantuan. Tugas kami adalah menjelaskan bahwa tujuan sensus ekonomi ini untuk pendataan, bukan pendataan bantuan sosial," katanya.
Selain itu, kendala lain yang dihadapi petugas adalah saat memasuki kawasan perumahan yang memiliki banyak gerbang atau ketika responden tidak berada di rumah. Dalam kondisi tersebut, petugas harus kembali mendatangi rumah yang bersangkutan pada kesempatan berikutnya.
BACA JUGA:Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Viral, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Ikut Meramaikan
"Kalau rumah berpagar atau berada di kompleks, kadang harus memanggil cukup lama. Kalau responden sedang tidak ada di rumah, kami akan datang lagi di lain waktu. Semua warga yang masuk dalam daftar harus dikunjungi agar data yang diperoleh benar-benar valid. Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada penolakan karena sebelum pelaksanaan sensus kami sudah berkoordinasi dan meminta izin kepada pemerintah desa serta ketua RT agar masyarakat memahami tujuan kedatangan petugas," jelas Khoeri.
Untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kabupaten Indramayu telah merekrut 1.592 petugas yang disebar di 31 kecamatan. Mereka bertugas melakukan verifikasi data terhadap daftar responden yang telah disiapkan oleh BPS.
Di Kabupaten Indramayu terdapat lebih dari 800 ribu responden yang menjadi sasaran pendataan. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring ditemukannya data baru selama proses sensus berlangsung.
"Jumlah responden masih bisa bertambah. BPS menargetkan hingga akhir Juni 2026 proses pendataan mencapai 10 persen, kemudian pada Juli ditargetkan selesai 50 persen, dan pada Agustus 2026 diharapkan seluruh pendataan atau 100 persen dapat diselesaikan. Dengan demikian, pelaksanaan SE 2026 dapat tuntas dalam waktu sekitar dua setengah bulan," kata Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Dudi Barmana. (oni)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

