KTNA Indramayu Sambut Baik Modernisasi Sektor Pertanian Sistem PM-AAS

KTNA Indramayu Sambut Baik Modernisasi Sektor Pertanian Sistem PM-AAS

SAMBUT BAIK: Pemkab Indramayu bersama BRMP saat lakukan tanam padi bersama sistem PM-AAS di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, langkah itu mendapat sambutan positif dari KTNA Kabupaten Indramayu.-Anang Syahroni-radarindramayu

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Langkah kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dalam menerapkan sistem modernisasi sektor Pertanian  melalui penerapan Sistem Pertanian Modern Agriculture Advance System (PM-AAS) yang di uji cobakan di area Pertanian Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, mendapat sambutan baik dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu.

Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, H Sutatang mengatakan, pihaknya sangat mendukung program modernisasi pada sektor Pertanian di Kabupaten Indramayu, yang bekerjasama dengan BRPM, apalagi dengan hasil produktivitas panen mencapai 10 ton per hektar.

“Kita dengar juga penerapan sistem PM-AAS ini kan diadaptasi dari sistem Pertanian modern di Arkansas Amerika Serikat, yang tentunya ini akan berdampak positif untuk perkembangan sektor Pertanian di Indramayu,” katanya, Senin (18/5/2026).

Dikatakan Sutatang dengan hasil produktivitas hasil panen yang diatas rata-rata yakni mencapai 10 ton per hektar ini, karena apabila normal gunakan sistem konvensional paling tinggi hasil panen mencapai 8,4 ton per hektar, hal ini tentunya berdampak pada meningkatnya hasil produktivitas padi di Kabupaten Indramayu yang merupakan daerah penghasil gabah terbanyak nasional.

BACA JUGA:Rangka Depan Motor Patah, Damkar Bantu Evakuasi

“KTNA sangat mendukung program sistem PM ASS itu, kelihatannya dengan pola sistem ini bisa mendongkrak produksi lebih tinggi. Karena di dukung moderennisasi pertanian, semoga bisa di perluas ke kecamatan lain di Kabupaten Indramayu,” jelasnya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Indramayu telah melakukan penaman padi sistem PM-AAS bersama Badan Perakitan dan Modernisaai Pertanian (BRMP) di lahan seluas 100 hektare yang berlokasi di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Sebagai bagian dari pengembangan pertanian modern nasional. Selain penanaman menggunakan alat modern, proses perawatan tanaman juga dilakukan dengan teknologi penyemprotan menggunakan drone.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengungkapkan, langkah modernisasi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan lahan sawah yang terus terancam berkurang akibat pembangunan. Sehingga pentingnya penataan kawasan agar lahan pertanian tetap terjaga dan tidak bercampur dengan kawasan industri.

"Tujuannya untuk intensifikasi peningkatan tonase, karena hamparan sawah tidak bisa kita tambah, justru yang ada berkurang. Indramayu sudah punya LP2B sekitar 86 ribu hektare yang tidak bisa diutak-atik," tegasnya.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Subianto Resmikan 1.061 Gerai KDKMP, Indramayu Targetkan 210 Gerai hingga Juli

Modernisasi pertanian juga akan menciptakan keseimbangan ekonomi masyarakat. Sebagian tenaga kerja tetap bertahan di sektor pertanian modern, sementara lainnya dapat terserap ke kawasan industri dan ekonomi yang tengah dikembangkan di Indramayu.

“Penerapan PM-AAS dan dukungan teknologi modern seperti drone pertanian, berharap produktivitas padi di Indramayu sebagai lumbung pangan terus meningkat,  sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” jelas Bupati Lucky. (oni) .

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait