KOMPI Minta PSN Revitalisasi Tambak di Indramayu Dikaji Ulang

KOMPI Minta PSN Revitalisasi Tambak di Indramayu Dikaji Ulang

SIKAPI: Koordinator umum (Kordum) KOMPI Hatta didampingi anggota menerangkan hasil pertemuan dengan KKP RI dak berharap PSN Revitalisasi Tambak Pantura di Indramayu dikaji ulang, Rabu (15/4/2026).-Anang Syahroni-radarindramayu

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Pasca pertemuan bersama Kementrian Keluatan dan Perikanan (KKP) RI yang difasilitasi oleh Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu pada Senin 13 April 2026, Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) meminta Pemerintah kembali melakukan kajian program Proyek Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Tambak Pantura di Kabupaten Indramayu.

Sekertaris KOMPI, Fahmi Labib menyatakan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu yang memfasilitasi pihaknya bertemu berkonsultasi sampai berdiskusi secara langsung bersama jajaran Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP RI bersama jajarannya untuk melakukan pembahasan terkait rencana PSN Revitalisasi Tambak di Indramayu.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan KOMPI mempertanyakan dasar-dasar dilakukannya program PSN di Kabupaten Indramayu, sekaligus menyampaikan aspirasi para petani tambak yang sudah puluhan tahun menggarap tanah Perhutani yang akan dijadikan lokasi PSN tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

“Kami berfikir rasional dan masih luwes terkait ganti rugi bahasanya kerohiman yang bisa diterima kita ini yang pertama kedua terkait pola kemitraan yang saling menguntungkan, misal dari KKP berikan pendampingan menerima hasil tinggal bagaimana kelolah bagi hasilnya,” ujar Fahmi, Rabu (15/4/2026).

BACA JUGA:Polres Indramayu Berhasil Ungkap Kasus Pengoplosan Tabung LPG 3 Kg dan Penyalagunaan BBM Subsidi

Namun, sambung Fahmi pola kemitraan perlu dilakukan pembahasan lebih matang, pihaknya juga membantah apabila lahan yang akan menjadi lokasi PSN adalah lahan tidak produktif, karena di lokasi tersebut sudah digarap warga jadikan sawah sebagai penguatan program ketahanan pangan, ada tambak udang, bandeng, rumput laut, dan nila.

“Karena itu bukan lahan ideal untuk PSN ini, bukan lahan 0, 01, atau 0.06 ton per tahun, ini lahan produktif, sehingga kenapa tidak digeser saja ke lahan yang tidak produktif, atau bisa dikurangi luasanya jangan 2.261 hektare,” tuturnya.

Dalam waktu dekat KOMPI juga akan mengundang KKP untuk datang ke Indramayu untuk berdiskusi membahas lebih jauh terkait pelaksanaan program PSN Revitalisasi Tambak Pantura di Kabupaten Indramayu, termasuk bersama Bupati Indramayu untuk mencari solusi terbaik terkait program ini.

“Alhamdulillah dari Sekertaris Dirjen Perikanan Budidaya KKP menyambut baik dan membuka ruang diskusi dan siap datang ke Indramayu mencari solusi untuk kebaikan bersama,” terang Fahmi.

BACA JUGA:Bazma RU VI Balongan Resmikan Mobil Jenazah Gratis untuk Masyarakat Indramayu

Sementara itu, Koordinator Umum (Kordum) KOMPI, Hatta mengungkapkan, ada beberapa poin yang disampaikan saat di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, namun belum ada titik temu atau hasil yang diharapkan karena ada beberapa catatan yang masih menjadi perhatian yang disampaikan perwakilan KOMPI pada saat itu.

“Intinya gini kami mohon ada peninjauan ulang terkait PSN, dan KKP juga terkesan memaksakan tapi kita juga tidak menutup ruang dialog karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” katanya. (oni)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: