Tiga Kandidat Rektor Unwir Paparkan Visi dan Misi dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan

Tiga Kandidat Rektor Unwir Paparkan Visi dan Misi dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan

Sebanyak tiga kandidat Rektor Unwir Indramayu menyampaikan visi dan visi di hadapan anggota Senat Akademik pada kegiatan UKK-Istimewa -Radar Indramayu

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID - Pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi kandidat calon Rektor Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu periode 2026–2030 berlangsung tegang pada Sabtu (14/3/2026) di Aula Unwir. 

Tiga kandidat calon Rektor Universitas Wiralodra (Unwir) telah memaparkan visi, misi, serta program strategis dalam rangka memajukan perguruan tinggi swasta yang sudah puluhan tahun berdiri di Kota Mangga.

Ketiga kandidat adalah Dr Hambali MPd, Prof Dr Ipong Dekawati MPd, Dr Zaedi MAg. Mereka merupakan putra/putri terbaik yang selama ini kiprahnya tak diragukan lagi dalam memajukan universitas di bawah Yayasan Wiralodra Indramayu. 

Selaku Ketua Senat Unwir Suharwanto, ST MT, didampingi Sekretaris Senat Dr Ida Yulianawati, MPd bersama anggota yang hadir 41 dari 42 anggota Senat Akademik menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada para kandidat Rektor.

BACA JUGA:Tiga kandidat Rektor Unwir Paparkan Visi dan Misi di Hadapan Senat Akademik, Prof Ipong Raih Nilai Tertinggi

Dalam forum UKK tersebut, masing-masing kandidat memaparkan gagasan untuk membawa Unwir menjadi perguruan tinggi yang lebih maju, berdaya saing, dan mampu menghasilkan lulusan berkualitas

Dalam pemaparannya, Dr. Hambali menyoroti pentingnya penguatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Ia menilai budaya penelitian di lingkungan kampus perlu diperkuat melalui dukungan pendanaan, jaringan kerja sama dengan pemerintah maupun kementerian, serta peningkatan publikasi hasil penelitian.

"Kami menekankan supaya para dosen lebih aktif lagi dalam kegiatan penelitian. Karena dengan banyaknya kita meneliti, kesejahteraan kita akan bertambah," jelas Hambali di hadapan para anggota Senat Akademik Unwir Indramayu yang saat itu sempat menjadi perdebatan di kalangan anggota Senat Akademik yang tak sepaham dengan pernayataan  bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan para dosen harus banyak membuat penelitian. 

Selain itu Hambali juga menyoroti tentang belum maksimalnya tentang sosialisasi Unwir di tengah masyarakat. Bahkan yang miris ketika siswa SMK yang lokasinya dekat dengan Unwir ketika ditanya tentang Unwir, ia tidak tahu. Ke depan lanjut dia, lebih meningkatkan lagi sosialisasi tentang Unwir baik melalui media elektronik maupun media cetak sehingga masyarakat bisa mengetahui perkembangan Unwir. 

BACA JUGA:Energi Ramadan Penuh Harapan, Pertamina Salurkan Santunan bagi 29 ribu Anak Yatim

Kandidar Rektor Profesor Ipong dengan nomor urut dua dalam paparannya, menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi Universitas Wiralodra saat ini, antara lain posisi klaster penelitian yang masih berada pada kategori madya, akreditasi institusi yang masih berperingkat B, serta tren penurunan jumlah mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ia menawarkan strategi percepatan peningkatan kinerja riset melalui penguatan jaringan hibah penelitian nasional, peningkatan kualitas sumber daya dosen hingga tingkat doktor dan profesor, serta pengembangan program pembelajaran inovatif termasuk kelas pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi.

“Universitas perlu bergerak adaptif menghadapi perubahan zaman dengan memperkuat kualitas akademik, inovasi riset, serta tata kelola yang profesional,” ujar Prof Ipong di hadapan forum UKK tersebut.

Visi tersebut sekaligus menjadi fondasi menuju proses penegerian institusi secara berkelanjutan. Paparan tersebut berhasil meyakinkan Senat Akademik. Hal ini dibuktikan dengan perolehan suara mayoritas anggota senat sebanyak 29 suara dari 41 hak suara (70,73 persen) serta meraih nilai rata-rata UKK tertinggi 89,702, mengungguli dua kandidat lainnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: