Transformasi Pertanian Modern: APEMI Bersama TIKA dan Kemendes PDTT Kembangkan Smart Farming Melon

Transformasi Pertanian Modern: APEMI Bersama TIKA dan Kemendes PDTT Kembangkan Smart Farming Melon

SMART FARMING: APEMI bersama TIKA dan Kementerian Desa DTT seusai panen melon di Kebun Melon Hidroponik Smart Farming Tanami, Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokanbunder, kemarin.-Anang Syahroni-radarindramayu

​INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.COM – Kabupaten Indramayu terus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional melalui inovasi di sektor hortikultura.

Melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), pemerintah daerah, serta Turkish Corporation and Coodination Agency  (TIKA), para petani muda yang tergabung dalam Asosiasi Petani Melon Indramayu (APEMI) kini diarahkan untuk mengadopsi teknologi Smart Farming guna meningkatkan produktivitas melon secara signifikan.

Kegiatan yang bertempat di Bertempat di Kebun Melon Hidroponik Smart Farming Tanami, Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokanbunder. Kamis (12/2/2026) ini, dihadiri Kepala Bidang Kepemudaan Dispara Kabupaten Indramayu, Runita. Kepala Bidang Hortikultura, Perkebunan, dan Penyuluhan DKPP Kabupaten Indramayu, M Ikhwan Farkhani. Pemcam Kedokanbunder, dan Pemdes Kaplongan.

Project Coordinator TIKA di Indonesia, ​Muhammad Ammar Fakhihuddin, menjelaskan sebelumnya TIKA sudah bekerja sama dengan Kemendes RI untuk program kakao di Kabupaten Bandung. Kemudian kerja sama ini diperluas ke wilayah lain. Salah satunya di Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokanbunder yang mengembangkan budidaya melon dengan mengadopsi sistem Internet of Things (IoT).

BACA JUGA:Puluhan Ribu Peserta BPJS PBI di Indramayu Dinonaktifkan

“Kita melihat langsung smart farming budidaya melon di Kedokanbunder. Semuanya bisa dikontrol dari smartphone, sehingga petani lebih inovatif, produktif, dan menghasilkan melon dengan berat serta jumlah yang lebih besar,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan TIKA  memberikan bantuan berupa teknis atau sarana prasarana, sesuai dengan apa yang yang menjadi kebutuhan para petani muda yang tergabung dalam APEMI di Kecamatan Kedokanbunder ini, berkolaborasi dengan semua pihak, terutama petani yang aktif dan kreatif.

“Kami berharap teknologi ini bisa diadopsi oleh seluruh petani melon di Jawa Barat dan Indonesia secara umum. Fokus utamanya penerapan sistem Internet of Things (IoT) yang memungkinkan petani mengontrol seluruh proses budidaya melalui ponsel pintar. Kami ingin petani lebih inovatif dan produktif, menghasilkan melon dengan kualitas dan bobot yang lebih besar melalui efisiensi teknologi," kata Ammar.

Ditempat yang sama, Tenaga Ahli Wakil Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi, Sudrajat mengatakan Kemendes  melalui Direktorat Jenderal PEID (Pengembangan  Ekonomi dan Investasi Perdesaan (PEID) program ekonomi dan inovasi perdesaan ini memang ingin membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

BACA JUGA:Resmikan Rumah Dinas Pegawai Eselon lV, Kejati Sanjung Bupati Lucky

“Nah, kita menyebutnya dengan Octahelix ya dalam nomenklatur Kementerian Desa.
​Muncul adanya kemitraan dengan TIKA ini, sebenarnya kita fokus kepada membangun ekosistem ekonomi perdesaan,” ujarnya.

Sehingga sesuai dengan program Asta Cita ke-6 yaitu membangun dari desa, membangun dari bawah, mengurangi angka kemiskinan, mengurangi angka pengangguran. Pengembangan pertanian melon yang dikembangkan oleh para petani muda, tergabung APEMI bisa berdampak meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

“Kita melihat penting ekonomi desa ini harus tumbuh karena usia-usia anak muda juga yang kita sebut sebagai bonus demografi itu juga ada di desa. Kalau ini tidak diantisipasi dari sekarang, terutama generasi muda untuk disiapkan lapangan kerja, ini tentu akan menjadi problem sosial,” terang Sudrajat.

Sehingga, sambung Sudrajat, Kementerian Desa merasa penting untuk membangun pertumbuhan ekonomi desa yang lebih cepat. Di samping pertumbuhan ekonomi, juga membangun pemerataan ekonomi desa melalui Core business dari Kementerian Desa itu adalah BUMDes. BUMDes tentu bisa berkolaborasi dengan kelompok tani, dengan pemuda, sehingga ini bisa menjadi potensi untuk meningkatkan ekosistem ekonomi perdesaan.

BACA JUGA:Kasan Basari Tepis Isu Reshuffle Pengurus DPC Gerindra Indramayu

“Kita ingin juga bertransformasi bahwa Indramayu khususny kebetulan lokusnya ada di Indramayu ingin menggeser dari pola bertani yang konvensional/tradisional ini menjadi industri. salah satu strateginya adalah industrialisasi dari wirausaha tani itu. Salah satunya petani melon ini menurut saya menjadi salah satu trigger untuk bisa mentransformasikan usaha tani yang lebih modern seperti di negara-negara lain lah seperti Vietnam, Thailand, Jepang gitu kan, ini kan sudah maju. Kita mengarah kesana,” tuturnya. (oni)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: