Lebih 10 Ribu Hektare Sawah Terendam, DKPP Ajukan Bantuan Benih ke Kementan

Lebih 10 Ribu Hektare Sawah Terendam, DKPP Ajukan Bantuan Benih ke Kementan

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan DKPP Kabupaten Indramayu Puryanto saat memberikan penjelasan terkait dampak banjir di Kabupaten Indramayu pada sektor pertanian, Senin (2/2/2026).-Anang Syahroni-radarindramayu

​INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Intensitas hujan ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Indramayu beberapa pekan lalu, memberi dampak serius pada sektor pertanian di Kabupaten Indramayu, pasalnya lebih dari 10.000 hektare sawah di Kabupaten Indramayu alami kebanjiran.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu mencatat sedikitnya 10.934 hektar sawah yang tersebar di 25 kecamatan terendam banjir akibat luapan sungai dan tingginya curah hujan yang mencapai 180 mm.

​Bahkan Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu melalui DKPP Kabupaten Indramayu bergerak cepat dengan melakukan pendataan, selanjutnya mengajukan permohonan bantuan benih padi sebanyak 250 ton kepada Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Langkah ini diambil untuk memulihkan ribuan hektar lahan yang dinyatakan gagal tanam akibat terendam air yang melampaui batas toleransi.

BACA JUGA:Dipenuhi Ranjau Lubang, Pengguna Jalan Pantura Was-was

​Kepala Bidang (Kabid)  Tanaman Pangan DKPP Indramayu, Puryanto, menjelaskan bahwa anomali cuaca kali ini memang di luar prediksi. Curah hujan yang begitu lebat membuat debit air di saluran irigasi dan sungai kecil meluap hingga masuk ke areal persawahan yang baru saja selesai ditanam.

​“Dalam seminggu hingga dua minggu kemarin, curah hujan sampai 180 mm, itu ekstrem dan di luar prediksi karena faktor alam. Akibatnya, ada sekitar 10.934 hektare lahan sawah yang terdampak banjir dari total 88.782 hektare yang sudah tanam,” kata Puryanto, Senin (2/2/2026).

Puryanto menjelaskan ​berdasarkan data inventarisasi DKPP,  di beberapa lokasi terdampak banjir, Kecamatan Kandanghaur menjadi wilayah terdampak terparah yaitu mencapai 1.811 hektare, Kecamatan Arahan seluas 1.546 hektare, dan Kecamatan Cantigi sebesar 1.123 hektar.

​“Memang Kecamatan Kandanghaur ini yang terbesar lahan sawah, hampir 2.000 hektare. Berdasarkan standar POPT, jika tanaman terendam 3 sampai 4 hari dan air menutupi bagian batang hingga daun, itu sudah dianggap tidak terselamatkan atau gagal tanam,” terangnya.

BACA JUGA:Lebih Dari 1 Dekade Hadir, BRILink Agen Ohim Sukses Berdayakan Warga dan Bangun Jejaring Usaha Mikro

​Guna meringankan beban ekonomi petani yang terdampak yang harus melakukan tanam ulang, Puryanto menegaskan bahwa pihaknya telah merampungkan klasifikasi laporan kerusakan untuk diajukan ke Direktorat Serealia Kementerian Pertanian RI.

​"Kami sudah diperintahkan Pak Kadis untuk inventarisasi dan hari ini laporan harus masuk ke Kementerian Pertanian. Kami sedang memperjuangkan bantuan benih, estimasinya sekitar 250 ton untuk meng-cover 10.000 hektar yang terdampak," jelasnya.

​Ia juga menekankan bahwa bantuan benih tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi para petani agar tidak kehilangan semangat untuk melanjutkan musim tanam 2026. DKPP Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk terus memantau proses birokrasi di pusat agar bantuan dapat segera turun ke tingkat kelompok tani.

​“Benih ini ada kriterianya, karena ini bencana memang selayaknya disumbangkan ke petani agar meringankan beban mereka. Petani kita ini luar biasa, meski banjir dua tiga kali, mereka tetap semangat,”

BACA JUGA:Gebyar Panyingkiran Kidul KKN STIKes Indramayu Meriah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: