Desa Majakerta Jadi Lokus Mitigasi Penanggulangan Risiko Kegagalan Teknologi

Desa Majakerta Jadi Lokus Mitigasi Penanggulangan Risiko Kegagalan Teknologi

Pemdes Majakerta saat pembentukan FPRB, Desa Majakerta menjadi lokus penanganan bencana risiko kegagalan teknologi karena berada di areal ring satu Kilang Pertamina Balongan, kemarin.-Anang Syahroni-radarindramayu

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID - Menjadi  areal ring satu Kilang Pertamina RU VI Balongan, Desa Majakerta, Kecamatan Balongan menjadi lokasi khusus (Lokus) dalam penanggulangan risiko kegagagalan teknologi, oleh Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu.

Hal itu disebabkan Desa Majakerta sangat rentan terdampak saat terjadi kegagalan teknologi yang bisa menyebabkan bencana non alam.

Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu, Sutrisno, mengatakan berdasarkan kajian risiko bencana (KRB) yang dilakukan di Desa Majakerta secara umum berbeda dibanding desa-desa di Indramayu yang rawan bencana alam dari, banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, dan rob.

Desa Majakerta, menurutnya menjadi wilayah penyangga kilang minyak Pertamina yang memiliki risiko terkait aktivitas industri minyak dan gas (migas) sehingga mitigasinya harus difokuskan pada potensi kegagalan teknologi tersebut.

BACA JUGA:Sungai Cibuaya Meluap Rendam Jalan Telagasari-Tempel dan Ratusan Hektare Areal Pesawahan

​“Titik fokus pada kegagalan teknologi, itu berdasarkan pengalaman beberapa tahun lalu terkait kondisi Kilang Balongan,” terang Sutrisno. Kamis (29/1/2026).

Sutrisno mengatakan, sebagai daerah penyangga kilang minyak warga Desa Majakerta harus diberikan pelatihan, informasi, dan edukasi intensif untuk menghadapi potensi bencana akibat kegagalan teknologi tersebut. Karenanya, potensi tersebut Pemdes Majakerta, bersama RU VI Balongan, dan Pemda Indramayu membentuk FPRB Desa Majakerta.

“FPRB akan menjadi bantuan tak terhingga bagi pemerintah daerah, khususnya bagi kamindalam mempercepat akses informasi dan penanganan saat terjadi bencana di wilayah Majakerta,” ujarnya

Sementara itu, Manager Disaster Risk Management Human Initiative sekaligus Fasilitator Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Majakerta, Deni Kurniawan, mengatakan, berdasarkan analisis risiko bencana Desa Majakerta sendiri tergolong rawan bencana alam maupun nonalam seperti kegagalan teknologi, karena berada di areal ring satu Kilang Pertamina Balongan.

BACA JUGA:Bupati Lucky dan Baznas Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Korban Banjir

Karenanya, dibutuhkan kesiapsiagaan masyarakat sangat untuk meminimalisir dampak bencana alam maupun non alam dari mulai banjir, banjir rob, hingga kegagalan teknologi di lingkungan Kilang Pertamina Balongan seperti yang terjadi beberapa tahun lalu

"Kami berharap, FPRB dapat memperkuat kapasitas dan pengetahuan masyarakat agar memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana, serta mampu menanggulangi dampaknya," kata Deni. (oni)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: