Ciptakan Peluang Emas, Poktan Sri Makmur Berhasil Produksi Beras Organik dari Hulu ke Hilir

Ciptakan Peluang Emas, Poktan Sri Makmur Berhasil Produksi Beras Organik dari Hulu ke Hilir

Ketua Poktan Sri Makmur III Ayi Sumarna menunjukan produk beras kemasan baik organik dan konvensional yang sudah dipasarkan di wilayah Jawa Barat, Senin (15/9/2025).-Anang Syahroni-radarindramayu

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Tren mengkonsumsi makanan sehat semakin berkembang di Indonesia, khusus dalam mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok di negara penghasil beras ini, hal itu menjadi peluang emas bagi penggiat pertanian organik di Kabupaten Indramayu untuk terus mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan terutama dalam memproduksi beras sehat.

Seperti penggiat petani organik yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Sri Makmur III, Blok Sukamelang, Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang yang secara konsisten memproduksi beras sehat sejak tahun 2012 sampai sekarang, bahkan dari tahun 2021 menjadi binaan Bank Indonesia (BI) Klw Cirebon klaster padi dan beras di Kabupaten Indramayu.

“Awal dibentuk tahun 2012 tapi SK dari Pemdes Krasak tahun 2016, dengan luas lahan di Desa Krasak 360 Ha, masuk lahan kelompok kami ada 72 ha, yang tersertifikasi organik seluas 30 ha, jumlah anggota 84 orang,” ucap Ketua Kelompok Tani Sri Makmur III, Ayi Sumarna pada Radar Indramayu, Senin (15/9/2025).

Poktan Sri Makmur juga menjadi lokasi kunjungan DPRD Provinsi Jawa Barat pada dalam menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertanian organik, hingga Jawa Barat memiliki Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 11 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan pertanian organik Tanaman Pangan dan Tanaman Hortikultura.

BACA JUGA:Warga Indramayu Geram, Kakek Terduga Cabul Ditangkap Polisi

Ayi mengungkapkan sejak menjadi binaan BI Kpw Cirebon pada tahun 2021, kelompoknya mendapat pendampingan dan peningkatan kapasitas anggota kelompok, mulai dari diberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC), pelatihan dan demplot penggunaan organik cair yang di produksi sendiri, dan pendampingan pemasaran beras organik dan digital marketing.

“Pendampingan hulu ke hilir untuk produk pengolahan ada yang organik dan non organik, alhamdulillah setelah menjadi binaan BI, kami selalu diikut sertakan dalam temu bisnis, temu festival, kegiatan kerjasama antar daerah juga, untuk kegiatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Gerakan Pangan Murah (GPM) Sri Makmur menjadi suplier mitra utama,” ujarnya.

Selain meningkatnya kapasitas anggota dalam hal budidaya, Poktan Sri Makmur III juga memperoleh kemampuan lainnya seperti manajemen pemasaran digitalisasi, serta mendapat akses pembiayaan menjalankan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani bekerjasama dengan BJB, dan BRI, agar petani dapat akses pinjaman permodalan lebih cepat.

“Produksi padi kelompok juga meningkat ya yang sebelumnya per hektare 6 ton, setelah ada pendampingan meningkat menjadi 7-8 ton per hektare, secara kualitas budidaya juga meningkatnya dampaknya juga ke pendapat petani, peluang pasar juga lebih terbuka, dengan bimtek kerjasama antar daerah,” kata Ayi.

BACA JUGA:Bikin Foto Kamu Jadi Estetik! Cobain Prompt Photo Studio Gemini AI Terbaru Ini Sekarang!

Setiap minggunya, lanjut Ayi kelompoknya bisa memproduksi beras organik sebanyak 1 ton yang dipasarkan melalui marketplace dan sistem order terlebih dulu, sedangkan produk beras konvensional bisa mencapai 2 ton, pemasaranya di wilayah Jawa Barat.

“Alhamdulillah tahun 2024 sudah tersertifikasi dari luasan lahan di Desa Krasak seluas 360 hektera itu oleh Icert Agritama Internasional beras konvensional dari Desa Krasak ini lebih baik, berkat pendampingan dari BSIP Jabar, yang sekarang jadi Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat,” ujarnya.

Hal tersebut dapat tercapai berkat dukungan semua pihak, baik pemerintah Kabupaten Indramayu yang saat ini sedang menyusun Peraturan Bupati tentang pertanian organik di Kabupaten Indramayu, dan BI Kpw Cirebon yang terus melakukan pendampingan dan memberikan fasilitas sarana produksi dan transportasi.

"Kedepan berharap bisa punya rumah produksi dan rumah pembuatan pupuk organik sendiri ya, dari segi kapasitas anggota sudah memiliki kemampuan itu. Agar Poktan bukan sebatas menggunakan pupuk organik saja tapi juga bisa memproduksi dan memasarkannya, bisa merambah kepasar pupuk organik yang sudah terbukti hasilnya, jadi bukan hanya sebatas omon-omon saja, sudah kita buktikan sendiri,” tutup Ayi Sumarna. (oni)

BACA JUGA:Duel Panas Persib Bandung vs Lion City Sailors di GBLA, Adu Taktik Balkan Bisa Tentukan Langkah di ACL 2

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: